<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785</id><updated>2011-08-20T19:50:07.477+07:00</updated><title type='text'>Bent Kerrent</title><subtitle type='html'>Al Islaamu Kal Jasadil Waahid</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-2364974725581179621</id><published>2009-12-07T08:16:00.001+07:00</published><updated>2010-01-12T09:13:43.965+07:00</updated><title type='text'>Al Qur’an Memang Amat Sangat Menakjubkan .</title><content type='html'>Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-orang yang merugi di setiap hembusan nafasmu meskipun engkau telah menguasai dunia.&lt;br /&gt;Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-orang yang tolol meskipun engkau telah mengaku sebagai orang yang pintar dan telah memiliki bermacam gelar.&lt;br /&gt;Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-orang yang tidak waras meskipun engkau adalah orang yang cerdas.&lt;br /&gt;Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-orang yang celaka meskipun engkau adalah orang yang gagah perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, aku akan tunjukkan kepada engkau beberapa kabar dari Al Qur’an yang manusia tidak sanggup menyangkal kebenarannya. Salah satu diantaranya adalah yang tertera di dalam surat Ar Ra’ad ayat 2 yang berbunyi : ”Allah telah meninggikan langit tanpa sebuah tiangpun yang menyangganya, sebagaimana engkau bersama telah melihatnya”.&lt;br /&gt;Semenjak aku membaca ayat ini hingga sekarang, memang tak pernah aku temui sebuah tiangpun yang menyangga langit dan langit itupun tetap kokoh tak pernah runtuh. Apakah engkau pernah menemui ada tiang yang menyangga langit?&lt;br /&gt;Berita lain yang aku baca di surat At Taubah ayat 36 yang berbunyi : “Sesungguhnya hitungan bulan disisi Allah ada 12 dalam ketetapan Allah ta’ala di waktu menciptakan langit dan bumi, diantaranya 4 yang mulia”.&lt;br /&gt;Nah………katanya manusia memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk membuat sesuatu menurut kemauannya, tetapi mengapa mereka tidak mau membuat penanggalan/kalender yang jumlah bulannya tidak dua belas? Sepuluh bulan misalnya? Atau Sebelas bulankah? Atau tigabelas bulankah? Atau yang lebih banyak lagi dari itu. Semestinya bisa kan? Tetapi mengapa tidak ada yang mau membuatnya? Ini menandakan bahwa manusia itu sama sekali tidak mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentang Al Qur’an, tetapi kebanyakan dari mereka tidak menyadarinya bahkan ada yang dengan sengaja tadak mau mengakui kekerdilannya. Naudzu billaahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, masih banyak lagi berita-berita yang tertera di dalam Al Qur’an yang kita tidak sanggup untuk menyangkal kebenarannya. Oleh karenanya, masihkah kita tidak mau mengenal Al Qur’an? Apabila engkau tidak ingin menjadi golongannya orang-orang yang selalu menderita kerugian di setiap hembusan nafasnya, apabila engkau tidak ingin menjadi golongannya orang-orang yang tersesat, apabila engkau ingin menjadi golongannya orang-orang yang berakal-sehat, dan apabila engkau ingin menjadi golongannya orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat nanti, maka kenalilah Al Qur’an. Karena hanya itulah jalan bagi orang-orang yang –dia dan seluruh anggota keluarganya- ingin selamat dari segala bencana di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;(Bent Kerrent, 10 September 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-2364974725581179621?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/2364974725581179621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=2364974725581179621' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/2364974725581179621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/2364974725581179621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2009/12/al-quran-memang-amat-sangat-menakjubkan.html' title='Al Qur’an Memang Amat Sangat Menakjubkan .'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-8486936842841444541</id><published>2009-08-30T09:14:00.003+07:00</published><updated>2009-08-30T09:33:21.993+07:00</updated><title type='text'>Ulama Dan Kyai Palsu.</title><content type='html'>Menurut Rukun Iman, kita harus percaya kepada Allah. Menurut Rukun Iman pula kita harus percaya kepada Malaikat. Menurut Rukun Iman kita juga harus percaya kepada para Nabi. Mengapa? Karena Allah, Malaikat, dan para Nabi tidak ada yang bisa dipalsukan. Andaikata ada Nabi palsu, tentu akan dengan sangat mudah kita ketahui dan kita kenali. Apalagi Tuhan atau Malaikat palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rukun Iman pula, kita boleh tidak percaya kepada Ulama, Kyai, ataupun apalah namanya. Karena memang Ulama dan Kyai tidak termasuk kedalam Rukun Iman. Mengapa? Jawabannya tentu mudah sekali, yaitu karena kita tidak bisa membedakan mana Ulama yang palsu dan mana Kyai yang palsu. Setiap orang boleh saja berpenampilan seperti Ulama. Setiap orang sah sah  saja mengatakan dirinya Ulama. Tetapi kita pun boleh saja dan sah sah saja apabila tidak mengakui dan memercainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, apabila anda tidak ingin terkecoh dengan penampilan sesorang. Apabila anda tidak ingin tertipu dengan pengakuan seseorang, maka renungkan dan hayatilah makna dari "Rukun Iman Hanya Enam". Apabila anda sudah benar-benar memahami dan menghayati Rukun Iman, insya'allah anda akan selamat dari kebohongan-kebohongan yang disampaikan oleh orang-orang yang menyaru sebagai Ulama ataupun Kyai.&lt;br /&gt;Semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi kita bersama, Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-8486936842841444541?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/8486936842841444541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=8486936842841444541' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/8486936842841444541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/8486936842841444541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2009/08/ulama-dan-kyai-palsu.html' title='Ulama Dan Kyai Palsu.'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-1115710437983167551</id><published>2009-07-24T10:13:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T10:30:30.547+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Palsu (bagian 2)</title><content type='html'>II. Tuhan harus "Tidak pernah Tidur apalagi Mati"&lt;br /&gt;Kita semua pasti sudah saling mengetahui bahwa betapa besar tanggung jawab Tuhan terhadap keseimbangan alam semesta ini. Benda-benda yang ada di dalam alam semesta ini semuanya bergerak menurut kemauannya masing-masing, termasuk kita golongan manusia. Kemanapun benda-benda ini akan bergerak, tentu tidak ada yang bisa mengendalikannya. Dengan keadaan benda-benda yang seperti ini, yang bergaerak kesana kemari menurut kemauan masing-masing benda, tentunya memiliki potensi untuk saling berbenturan. Benturan antara dua buah kereta api saja sudah bisa mengakibatkan adanya korban jiwa yang tidak sedikit. Apalagi kalau yang berbenturan adalah antara dua buah planet yang besarnya amat sangat luar biasa. Tentu korban jiwa yang ditimbulkan akan menjadi lebih banyak lagi. Dan agar jangan sampai terjadi benturan antar benda-benda yang bergerak ini, pasti Tuhanlah yang menjaga dan mengendalikannya.&lt;br /&gt;Disamping menjaga keseimbangan alam semesta ini, tentu masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan oleh Tuhan. Oleh karenanya sangatlah tidak mungkin apabila Tuhan itu pernah tidur, apalagi mati. Kalau ada Tuhan yang tidur, apalagi mati, pastilah dia itu adalah Tuhan yang palsu. (Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-1115710437983167551?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/1115710437983167551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=1115710437983167551' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/1115710437983167551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/1115710437983167551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2009/07/tuhan-palsu-bagian-2.html' title='Tuhan Palsu (bagian 2)'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-7899967986580186608</id><published>2009-07-10T08:52:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T09:33:20.316+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Palsu</title><content type='html'>Hmmmm......sepertinya kok mengada-ada saja. Tidak......saya tidak mengada-ada tapi yang ingin saya sampaikan disini adalah obsesi yang selalu membayangi saya setiap hari. Bahkan kalau hal ini tidak saya ekspresikan ke dalam blog saya ini, saya khawatir justru akan menjadi beban dalam pikiran saya dan akan terus mengganggu aktivitas saya sehari-hari. Setelah saya ungkapkan apa yang ada di benak saya ini, saya berharap semoga beban pikiran saya berkurang dan saya bisa berkonsentrasi memikirkan hal-hal lain yang bermanfaat, walaupun saya yakin, banyak orang yang tidak sepaham dengan saya. Meskipun begitu, saya harus tetap menyampaikannya kepada bangsa blogger, supaya ada kritik bagi konco blogger yang tidak sepaham dan ada manfaat bagi konco blogger yang bisa memakluminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan..........ya tuhan......pasti setiap orang mau meyakini bahwa Tuhan itu ada. Yang menjadi masalah kan kira-kira tuhan itu seperti apa. Tuhan itu seperti apa memang tidak mungkin ada orang yang bisa tahu. Dengan logika dasar saja hal itu sudah dapat ditebak, bahwa setiap barang yang dibuat, maka dia pasti tidak tahu siapa yang membuat. Bahwa setiap yang diciptakan, dia pasti tidak akan bisa tahu siapa yang menciptakan. Tetapi, meskipun Tuhan itu tidak bisa kita ketahui bagaimana wujudnya, tentu kita dapat merasakan akan keberadaanya. Karena keberadaan Tuhan itu sudah kita yakini, maka sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah membuat kriteria atau kualifikasi saja. Apa dan bagaimana sih kualifikasi yang harus dipenuhi oleh Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Tuhan harus tidak diskriminatif.&lt;br /&gt;Kalau saya buatkan kriteria seperti ini, saya yakin bangsa blogger pasti sepakat dengan saya. Dan, tentu harapan saya, tidak hanya bangsa blogger saja yang sepakat. Mau saya, semua orang yang membaca postingan saya ini juga menyatakan kata sepakat. Sepakat bahwa Tuhan harus tidak diskriminatif. Kalau ada Tuhan yang diskriminatif, maka berarti itu Tuhan yang palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, marilah kita buat kualifikasi yang lain lagi. Tetapi sebelumnya saya mohon maaf terlebih dahulu karena untuk kualifikasi yang kedua ini saya harus menundanya dulu. Insya'allah nati atau besok akan saya lanjutkan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-7899967986580186608?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/7899967986580186608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=7899967986580186608' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/7899967986580186608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/7899967986580186608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2009/07/tuhan-palsu.html' title='Tuhan Palsu'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-9040857256450044649</id><published>2009-06-08T10:24:00.004+07:00</published><updated>2009-06-08T11:04:44.131+07:00</updated><title type='text'>Bolehkah Mengerjakan Sholat Sunnah Tanpa Harus mengerjakan Sholat Fardu?</title><content type='html'>Entah tiba-tiba saja pertanyaan itu terlintas dalam benak saya. Dan pertanyaan ini selalu mengobsesi saya setiap waktu masuk sholat fardu. Kalau saya jawab boleh, dasarnya apa dan kalau saya jawab tidak boleh dasarnya juga apa. Ah persetan dengan dasar hukum atau yang teman-temanku biasa menyebutnya dengan dalil. Apakah kalau saya tak menemukan dalilnya, lantas saya tidak boleh memutuskan suatu masalah untuk diri saya sendiri? Akhirnya saya putuskan saja bahwa tetap saja saya berdosa apabila saya mengerjakan sholat sunnah saja tanpa harus mengerjakan sholat fardu. Dengan keputusan ini, dampak yang terjadi pada diri saya yang pertama adalah saya lebih rajin mengerjakan sholat fardu dibanding dengan sholat sunnah. Kemudian dampak yang kedua adalah bahwa keputusan ini bisa saya kembangkan pada masalah-masalah yang lain. Misal, ketika datang bulan Ramadhan, bolehkah di bulan Ramadhan itu saya hanya mengerjakan sholat tarawih saja  tetapi saya tidak puasa? Atau bolehkah saya hanya puasa saja tetapi saya tidak mengerjakan sholat fardu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maasya'allah, ternyata dengan berangkat dari sebuah pertanyaan ini, saya bisa memperoleh satu pelajaran yang amat berharga bagi perjalanan hidup saya. Bahwa sia-sialah semua kebaikan yang saya kerjakan sepanjang hidup saya apabila saya tidak melaksanakan keawajiban saya kepada Allah Sang Khaliq. Dan sebenarnya inilah yang telah dilakukan oleh orang-orang non muslim. Segala kebaikan, segala kebajikan mereka kerjakan seluruhnya, tetapi mereka tidak pernah memenuhi kewajibannya kepada Allah, karena memang pada doktrin mereka tidak ada apa yang disebut sebagai kewajiban.  Mereka tidak mengenal mana yang wajib dan mana yang sunnah. Oleh karenanya, berbahagialah kita umat islam, karena ajaran islam ternyata begitu indah dan sempurna. Akhirnya saya menjadi ingat kepada Firman Allah yang berbunyi :&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Wa man yabtaghi ghoiro islaami dinnan, falaa yu'bala minhu. Wa huwa fil akhiroti minal khoosirien".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, oleh karenanya, marilah kita penuhi kewajiban kita terlebih dahulu sebelum kita melakukan perkara-perkara yang sunnah. Semoga Allah selalu menyertai langkah kita di setiap hembusan nafas kita. Amien, amien, yaa Robbal aalamien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-9040857256450044649?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/9040857256450044649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=9040857256450044649' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/9040857256450044649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/9040857256450044649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2009/06/bolehkah-mengerjakan-sholat-sunnah.html' title='Bolehkah Mengerjakan Sholat Sunnah Tanpa Harus mengerjakan Sholat Fardu?'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-4774163523467432084</id><published>2008-11-21T07:35:00.001+07:00</published><updated>2009-08-14T09:03:05.892+07:00</updated><title type='text'>Dialog Singkat Tentang Tuhan</title><content type='html'>Ini adalah satu peristiwa yang selalu teringat di benak saya apabila ada orang berdiskusi masalah Tuhan. Ketika itu anak bungsu saya yang baru berumur kira-kira empat tahun melihat temannya sedang bermain-main dengan mainan kesayangannya. Betapa ibanya rasa hatiku melihat anakku tidak bisa bermain-main dengan mainannya seperti anak anak tetangga yang sebayanya. Saya memang bukan termasuk orang yang beruntung, hingga untuk membelikan mainan untuk anak saja saya harus berpikir seribu kali. Tiba-tiba saya terkejut ketika dia bertanya, “Pa…..siapa sih yang membuat mainan seperti itu?” Hmmmmmm………saya yakin bahwa dia ingin memiliki mainan seperti yang dibawa oleh anak-anak tetangga itu, tetapi dia pun menyadari bahwa bapaknya tidak mungkin membelikan mainan itu untuknya, karena memang dia tahu bahwa bapaknya bukanlah termasuk orang yang kaya seperti bapak teman-teman sebayanya itu. Apabila saya menjawab bahwa yang membuat mainan itu adalah orang, pasti dia menyuruhku untuk membuatkan mainan itu.(Biasanya seorang anak mempunyai anggapan bahwa Bapaknya adalah orang yang pandai sehingga bisa membuatkan mainan untuknya). Tetapi mana saya bisa, sedang mainan itu diperoleh oleh teman-temannya dari ayahnya membeli di toko mainan. Agar saya tidak disuruhnya untuk membuatkan mainan itu, maka saya jawab pertanyaannya dengan: “Nak..........Yang membuat mainan itu adalah Pabrik ”. Saya berharap dia bisa mengerti dengan jawaban itu, tetapi dasar anak kecil yang rasa ingin tahunya selalu lebih besar, maka dia tidak mau berhenti sampai disitu saja. Diapun bertanya lagi kepada saya: “Pa…… pabrik itu bisa membuat apa saja sih?. Sejenak saya merasa gembira, karena keinginannya untuk memiliki mainan itu sudah terlupakan. Saya pun menjawab pertanyaannya : “Nak………..Pabrik itu bisa membuat aaaaaapa saja, yang diinginkan orang. Kalau orang menginginkan baju, maka pabrik membuatkan baju. Kalau orang menginginkan sepatu, maka pabrik membuatkan sepatu. Bahkan kalau orang menginginkan mobil, maka pabrik pun membuatkan mobil”. Sejenak dia terdiam, saya berharap dia sudah merasa puas dengan jawaban itu. Rupanya saya salah sangka, karena ternyata kemudian diapun bertanya lagi: “Pa…………kalau pohon itu siapa yang membuat?” Dengan segera saya jawab pertanyaannya: “Nak……….. yang membuat pohon itu adalah TUHAN”. Diapun masih bertanya lagi: “Pa…………. Tuhan itu bisa membuat apa saja sih?” Hmmmmmm………… dalam hati saya bergumam……ternyata anak saya adalah anak yang cerdas. Untungnya saya pun sudah menyiapkan jawaban yang paling tepat untuk anak yang cerdas ini. Tentu saya tidak menjawabnya dengan : “Tuhan itu bisa membuat aaaaaapa saja, yang diinginkan orang.” Kalau jawaban saya seperti itu, maka akan tertanam dengan kuat di dalam hati sanubari anak saya bahwa Tuhan itu sama dengan Pabrik. Tentu ini akan sangat membahayakan bagi perkembangan jiwanya. Dan sudah barang tentu saya pun tidak menginginkannya bukan? Maka jawaban saya atas pertanyaan itu adalah: &lt;em&gt;"Tuhan bisa membuat apa saja yang tidak bisa dibuat oleh pabrik"&lt;/em&gt;. Karena pabrik tidak bisa membuat binatang, maka Tuhan membuat binatang. Karena pabrik yidak bisa membuat bintang, maka Tuhan membuat bintang. Karena pabrik tidak bisa membuat Pohon, maka Tuhan membuat pohon. Dan yang lebih mengagumkan lagi adalah bahwa setiap orang boleh memiliki buatan Tuhan tanpa harus membayar kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Demikianlah yang bisa saya kisahkan kepada anda tentang pengalaman saya dengan anak bungsu saya. Semoga kita bisa memperoleh manfaat dari kisah ini. Amien yaaaa Robbal alamin. (Bent Kerrent)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-4774163523467432084?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/4774163523467432084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=4774163523467432084' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/4774163523467432084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/4774163523467432084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2008/11/dialog-singkat-tentang-tuhan.html' title='Dialog Singkat Tentang Tuhan'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-4438604783842323783</id><published>2008-09-15T14:26:00.009+07:00</published><updated>2008-10-14T08:15:38.482+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Jari Tangan Kita Ada Lima</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mengapa jari tangan kita ada lima?……..Ya. Mengapa jari tangan kita ada lima. Apakah, menurut anda, ini pertanyaan yang aneh? Sebenarnya  sih tidak juga, hanya saja terasa aneh karena kita jarang memperhatikan jari-jari tangan kita. Mungkin anda tidak percaya kalau saya katakan bahwa dengan memperhatikan jari tangan kita secara seksama, (wuuuiiiiihhhhhhhhh kayak teks proklamasi saja) kita akan dapat menemukan satu keajaiban atau salah satu bukti dari kebenaran ayat Al Qur’an. Ah yang bener aja, masak sih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang mari kita buktikan. Anda tentu sudah hafal dengan surat At Tiin bukan? Pada ayat 4 dari surat tersebut berbunyi : &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;“ &lt;em&gt;Laqod kholaqnal insaana fii ahsanit taqwiim”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; yang menurut kita artinya adalah &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;em&gt;“Sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. Bertumpu kepada ayat ini, saya berani mengambil satu kesimpulan bahwa jari kita yang lima itu menurut Allah merupakan bentuk yang paling baik untuk kita golongan manusia apabila  dibandingkan dengan jari-jari makhluk Allah yang lain. Dan ternyata kelebihan atau keutamaan jari-jari kita dibandingkan dengan jari-jari makhluk Allah yang lain adalah bahwa jari-jari kita bisa digunakan untuk menghitung bilangan kuadrat (bilangan pangkat dua) dengan tepat. Kalau anda juga kepingin bisa menghitung bilangan kuadrat dengan menggunakan jari-jari tangan anda, mari kita belajar bersama-sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama buatlah simbol angka dengan menggunakan jari tangan anda, yaitu angka 1 dengan simbol: l (jari tangan menggemnggam dan hanya jari telunjuk saja yang dibuka). Kemudian berturut-turut angka 2 dengan simbol: ll, angka 3 dengan simbol: lll dan angka 4 dengan simbol: llll. Cukup sampai angka empat saja dan angka satu sampai angka empat ini kita beri nama kelompok bilangan minor. Jadi untuk angka dua simbolnya adalah jari tangan menggenggam dan hanya dua jari saja yang dibuka. Untuk lebih jelasnya, simbol angka satu adalah jari kita yang tegak hanya satu. Untuk simbol angka dua, jari kita yang tegak ada dua, begitu seterusnya sampai angka empat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita membuat simbol-simbol untuk angka enam sampai dengan angka sembilan, yaitu: simbol angka 6 adalah: -llll, angka 7 adalah: -lll-, angka 8 adalah: =ll-, dan angka 9 adalah: =l=. Tanda garis mendatar menunjukkan banyaknya jari yang dilipat. Jadi cara membaca simbol angka 6 adalah lipat 1 tegak 4. Artinya jari yang dilipat ada 1 dan jari yang tegak ada 4. Berturut-turut untuk angka 7 adalah lipat 2 tegak 3, untuk angka 8 adalah lipat 3 tegak 2, dan untuk angka 9 adalah lipat 4 tegak 1. Angka 6 sampai dengan angka 9 kita namakan bilangan mayor. Untuk kelompok bilangan minor, jari yang dilipat tidak diperhitungkan, tetapi untuk kelompok bilangan mayor, jari yang dilipat tetap kita perhitungkan. Dengan demikian, meski simbol bilangan minor dan bilangan mayor itu sama, tetapi sekarang menjadi berbeda &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;karena untuk bilangan mayor jari yang dilipat tetap kita perhitungkan&lt;/span&gt;. Agar nanti anda tidak mengalami kesulitan dalam menghitung bilangan kuadrat dengan menggunakan jari tangan anda, sekarang cobalah anda melakukan percobaan membuat simbol bilangan dengan jari tangan anda mulai dari angka 6 sampai dengan angka 9. Kalau anda sudah bisa dan sudah hafal cara membuat simbol bilangan dengan jari tangan anda, sekarang marilah kita mulai dengan mengaplikasikannnya. Kita coba dengan menghitung angka 9 x 9 (9 kuadrat). Untuk menghitung angka  9 x 9, maka  kita menggunakan kedua jari tangan kita (tangan kiri dan tangan kanan), yaitu =l= x =l= (harap diperagakan dengan menggunakan kedua jari tangan anda. Dari sini dapat kita lihat bahwa &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;jari yang terlipat kita jumlahkan dan itu membentuk angka puluhan&lt;/span&gt;, yaitu 80. Sedangkan &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;jari yang tegak kita kalikan dan itu membentuk angka satuan&lt;/span&gt;, yaitu 1 x 1 = 1. Maka 9 x 9 adalah 81. Sekarang coba lakukan untuk menghitung angka 8 x 8 (8 kuadrat). Maka kedua jari tangan kita membentuk =ll- dan =ll- dan komposisi ini menunjukkan kepada kita bahwa jari yang terlipat adalah 3 + 3 = 6 dan jari tegaknya adalah 2 x 2 = 4. Dengan demikian 8 x 8 adalah 64. Dengan cara yang sama kita juga bisa menghitung angka 8 x 9, atau 8 x 7, atau 7 x 9. (Silakan mencoba dengan menggunakan kedua jari tangan anda). Misalkan kita menghitung 8 x 9, maka kedua jari kita membentuk komposisi =ll- dan =l=. dari sini sudah tampak bahwa jari yang terlipat sebanyak 7 sedang jari yang tegak kalau dikalikan menjadi 2 x 1 = 2. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila anda ingin bisa menghitung bilangan kuadrat yang lebih kompleks, misalnya 129 x 128 atau 67 x 69, bila anda tidak keberatan silakan mengirim email ke : &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bentkerrent@gmail.com&lt;/span&gt;, insya Allah anda akan mendapat balasan secepatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah itulah yang saya sebut sebagai suatu keajaiban atau kebenaran ayat Al Qur'an. Ternyata hanya dengan menggunakan kedua jari tangan kita yang masing-masing memiliki lima jari, kita dapat menghitung bilangan kuadrat bahkan bilangan kuadrat yang kompleks sekalipun. Tentu itu tidak bisa kita lakukan apabila jari kita tidak lima. Ajaib bukan? Semoga artilkel pendek ini bermanfaat bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(Bent Kerrent, 15 September 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-4438604783842323783?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/4438604783842323783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=4438604783842323783' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/4438604783842323783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/4438604783842323783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2008/09/mengapa-jari-tangan-kita-ada-lima.html' title='Mengapa Jari Tangan Kita Ada Lima'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-9017563801824865411</id><published>2008-09-10T09:41:00.002+07:00</published><updated>2008-09-12T10:36:31.556+07:00</updated><title type='text'>Al Qur’an Memang Amat Sangat Menakjubkan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-orang yang merugi di setiap hembusan nafasmu meskipun engkau telah menguasai dunia.&lt;br /&gt;Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-rang yang tolol meskipun engkau telah mengaku sebagai orang yang pintar dan telah memiliki bermacam gelar.&lt;br /&gt;Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-orang yang tidak waras meskipun engkau adalah orang yang cerdas.&lt;br /&gt;Engkau belum mengenal Al Qur’an?&lt;br /&gt;Jika belum, engkau termasuk golongannya orang-orang yang celaka meskipun engkau adalah orang yang gagah perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, aku akan tunjukkan kepada engkau beberapa kabar dari Al Qur’an yang manusia tidak sanggup menyangkal kebenarannya. Salah satu diantaranya adalah yang tertera di dalam surat Ar Ra’ad ayat 2 yang berbunyi : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;”Allah telah meninggikan langit tanpa sebuah tiangpun yang menyangganya, sebagaimana engkau bersama telah melihatnya”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semenjak aku membaca ayat ini hingga sekarang, memang tak pernah aku temui sebuah tiangpun yang menyangga langit dan langit itupun tetap kokoh tak pernah runtuh. Apakah engkau pernah menemui ada tiang yang menyangga langit?&lt;br /&gt;Berita lain yang aku baca di surat  At Taubah ayat 36 yang berbunyi : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Sesungguhnya hitungan bulan disisi Allah ada 12 dalam ketetapan Allah ta’ala di waktu menciptakan langit dan bumi, diantaranya 4 yang mulia”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Nah………katanya manusia memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk membuat sesuatu menurut kemauannya, tetapi mengapa mereka tidak mau membuat penanggalan/kalender yang jumlah bulannya tidak dua belas? Sepuluh bulan misalnya? Atau Sebelas bulankah? Atau tigabelas bulankah? Atau yang lebih banyak lagi dari itu. Semestinya bisa kan? Tetapi mengapa tidak ada yang mau membuatnya? Ini menandakan bahwa manusia itu sama sekali tidak mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentang Al Qur’an, tetapi kebanyakan dari mereka tidak menyadarinya bahkan ada yang dengan sengaja tadak mau mengakui kekerdilannya. Naudzu billaahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, masih banyak lagi berita-berita yang tertera di dalam Al Qur’an yang kita tidak sanggup untuk menyangkal kebenarannya. Oleh karenanya, masihkah kita tidak mau mengenal Al Qur’an? Apabila engkau tidak ingin menjadi golongannya orang-orang yang selalu menderita kerugian di setiap hembusan nafasnya, apabila engkau tidak ingin menjadi golongannya orang-orang yang tersesat, apabila engkau ingin menjadi golongannya orang-orang yang berakal-sehat, dan apabila engkau ingin menjadi golongannya orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat nanti, maka kenalilah Al Qur’an. Karena hanya itulah jalan bagi orang-orang yang –dia dan seluruh anggota keluarganya- ingin selamat dari segala bencana di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;(Bent Kerrent, 10 September 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-9017563801824865411?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/9017563801824865411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=9017563801824865411' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/9017563801824865411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/9017563801824865411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2008/09/al-quran-memang-amat-sangat-menakjubkan.html' title='Al Qur’an Memang Amat Sangat Menakjubkan'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-471957334086522527</id><published>2008-09-05T08:49:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T09:11:01.842+07:00</updated><title type='text'>Islam Memang Amat Sangat Menakjubkan 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dahsyatnya Syahru Ramadhan tak tertandingi oleh Agama apapun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ayat yang sangat sering kita dengar di bulan ramadhan ini ialah : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Yaa ayyuhal ladziina aamanu, kutiba alaykumus siyaamu kama kutiba alal ladziina min qoblikum la’allakum tattaquun”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(QS 2 : 183)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sering kita dengar pula sanjungan-sanjungan kepada bulan ramadhan, yakni bulan ramadhan sebagai bulan mubarok, bulan penuh berkah. Bulan ramadhan diawali dengan kasig sayang (rohmah), di tengahnya penuh dengan ampunan (magfiroh) dan diakhiri dengan pembebasan dari api neraka (itqu minan naar).&lt;br /&gt;Sepertinya semua itu benar dan sangat benar adanya. Banyak orang yang tadinya tidak pernah sholat, di bulan ramadhan ini dia rajin sholat. Banyak orang yang tadinya malas datang ke Masjid, di bulan ramadhan ini dia rajin pergi ke Masjid, sehingga masjid menjadi terasa sempit. Banyak orang yang tadinya tidak ada waktu untuk membaca Al Qur’an, di bulan ramadhan ini justru setiap hari dia rajin membacanya walau sekedar selama lima menit saja. Semua itu tidak lain hanya dikarenakan adanya keberkahan dan kedahsyatan bulan yang disebut syahru ramadhan ini. Maa sya’allah………. betapa besar pengaruh bulan ramadhan terhadap perkembangan jiwa dan kesadaran kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebenarnya bukan itu yang membuat saya sangat kagum terhadap bulan ramadhan ini. Kekaguman saya justru tertuju kepada &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;kebersamaan dan keserentakan umat islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dalam melaksanakan ibadah di bulan ramdhan ini. Hanya dengan seruan sebuah ayat “Yaa ayyuhal ladziina aamanu, kutiba alaykumus siyaamu kama kutiba alal ladziina min qoblikum la’allakum tattaquun” seluruh umat islam yang tersebar di segala penjuru bumi ini serentak bersama-sama melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh. Sekali lagi, hanya dengan satu seruan saja, seluruh umat islam yang tersebar di segala penjuru bumi ini serentak bersama-sama melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Umat islam yang terdiri atas berbagai bangsa, berbagai bahasa, berbagai adat-istiadat, berbagai budaya, dan berbagai macam ragam perbedaan dapat serentak melaksanakan satu ibadah secara bersamaan selama sebulan penuh. Hal seperti ini bagi saya adalah satu peristiwa yang amat sangat luar biasa mengagumkan. Dan saya yakin, hal ini tentu tidak akan pernah terjadi pada umat agama lain.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Al Islaamu ya’luu walaa yu’laa alaih. Allaahu Akbar...................... Allaahu Akbar..................Allaahu Akbar.....................Walillaahil hamd.&lt;br /&gt;(&lt;span style="color:#009900;"&gt;Bent Kerrent, 5 September 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;/5 Ramadhan 1429H&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-471957334086522527?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/471957334086522527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=471957334086522527' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/471957334086522527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/471957334086522527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2008/09/islam-memang-amat-sangat-menakjubkan-2.html' title='Islam Memang Amat Sangat Menakjubkan 2'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-2070543007507989789</id><published>2008-08-20T10:14:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T10:28:47.440+07:00</updated><title type='text'>Islam Memang Amat Sangat Menakjubkan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;"Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada berapa agama yang sudah anda kenal? Agama apakah yang paling anda kenali? Lupakan saja semuanya, yang pasti semua agama mengajarkan kepada pemeluknya bahwa di luar diri manusia ada sebuah kekuatan yang amat sangat maha dahsyat besarnya. Dimana tak ada seorangpun yang mampu menandingi kekuatan ini. Agama itu juga mengajarkan kepada pemeluknya bahwa di luar diri manusia ada sebuah kehendak yang amat sangat maha besarnya, sehingga tak ada seorangpun yang mampu menghalangi kehendak itu. Kekuatan dan kehendak yang amat sangat maha dahsyatnya itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dialah Tuhan yang harus disembah dan dimintai pertolongannya melalui doa oleh para pemeluk agama masing-masing. Dia kita sembah (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;dengan melaksanakan sembahyang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) karena kita takut akan kehendaknya yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Dia kita sembah karena kita takut akan azabnya yang amat mengerikan yang apabila itu dikehendaki menimpa kepada kita (sekeluarga) tidak akan ada kekuatan lain yang mampu menghalanginya. Kita meminta pertolongan  kepadanya (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;dengan berdoa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) karena kita percaya bahwa dialah yang mampu menolong kita dalam menghadapi segala kesulitan hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;Ada yang ingin saya tanyakan kepada anda yang berkaitan dengan  kata &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;sembahyang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan kata &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;berdoa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, atau lebih jelasnya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;orang sedang bersembahyang dan orang sedang berdoa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Pertanyaan saya adalah: “Bisakah anda membedakan mana orang yang sedang bersembahyang dan mana orang yang sedang berdoa?” He4x...........jawabannya tentu tergantung kepada siapa yang sedang bersembahyang dan siapa yang sedang berdoa. Apabila yang sedang bersembahyang dan yang sedang berdoa adalah orang islam (Muslim) maka tentu kita akan dengan mudah mengatakannya, ooo dia sedang bersembahyang…….atau ….ooo dia sedang berdoa. Masalahnya sekarang adalah bisakah kita membedakan apabila yang sedang bersembahyang atau yang sedang berdoa itu adalah bukan orang Islam. Hmmmmmmmm……he4x……susah bukan??&lt;br /&gt;Itulah salah satu kehebatan Islam dibanding dengan agama selain islam yang ingin saya tunjukkan kepada anda sekalian. Islam memiliki konsep yang amat sangat jelas terhadap semua amalan-amalan yang harus dilaksanakan oleh pemeluknya, sehingga tidak menimbulkan kebingungan lagi bagi umatnya. Islam memang amat sangat menakjubkan. Semoga anda memperoleh manfaat dari artikel singkat ini. Amien.&lt;br /&gt;(Bent Kerrent, 20 Agustus 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-2070543007507989789?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/2070543007507989789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=2070543007507989789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/2070543007507989789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/2070543007507989789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2008/08/islam-memang-amat-sangat-menakjubkan.html' title='Islam Memang Amat Sangat Menakjubkan'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2284835238549666785.post-5991738926410298489</id><published>2008-08-11T07:17:00.000+07:00</published><updated>2008-08-15T07:10:10.042+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Rukun Iman Ada Enam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Rukun iman ada enam. Itu sudah jamak, artinya sudah banyak yang tahu kalau rukun iman itu ada enam. Setiap muslim, sejak awal, sudah sangat faham apa itu rukun iman. Sehingga apabila ditanyakan kepadanya, rukun iman ada berapa dan apa saja rukun iman itu, tentu dia akan bisa menjawabnya dengan mudah. Tetapi pernahkah kita bertanya, setidaknya kepada diri sendiri karena mungkin kita tidak berani bertanya kepada orang lain apalagi kepada guru kita, mengapa rukun iman hanya enam. Sebuah pertanyaan yang amat sangat sederhana, tetapi belum pernah saya dengar sebelumnya. Bisa saja ini dianggap sebagai pertanyaan yang mengada-ada, atau hanya sekedar mencari sensasi belaka, atau untuk menguji sesorang tentang sejauh mana dia memahami islam. Tidak, sekali lagi tidak. Pertanyaan ini justru timbul akibat sebuah perenungan untuk mengetahui seberapa hebat ajaran islam. Insya’allah kita akan memperoleh hikmah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan beragama kita apabila kita bisa mendapat jawaban dari pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berbudi pekerti luhur yang telah kita kenal, diantaranya adalah para guru, ustadz, kyai, dan para ulama, bahkan para sahabat Nabi Muhammad SAW. Tetapi mereka semua tidak termasuk dalam salah satu rukun iman. Ulama yang kita kenal sebagai Pewaris para Nabi (Warosatul Ambiya) juga tidak termasuk dalam salah satu rukun iman. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya mari kita renungkan terlebih  dahulu tentang makna rukun iman. Makna rukun iman adalah sesuatu yang wajib untuk kita percayai. Kita berdosa apabila kita tidak mempercayainya. Kita termasuk golongan orang kafir apabila kita tidak mempercayainya walaupun hanya salah satu saja dari rukun iman itu. Kita berdosa apabila kita tidak percaya kepada adanya Allah, kita juga berdosa apabila kita tidak percaya kepada adanya Malaikat, karena Allah dan Malaikat adalah bagian dari rukun iman. Tetapi kita tidak berdosa apabila kita tidak percaya kepada Ustadz, kita juga tidak berdosa apabila kita tidak percaya kepada Ulama, karena Ustadz dan Ulama bukan merupakan bagian dari rukun iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berpijak kepada pengertian itu, jawaban dari pertanyaan mengapa rukun iman hanya enam sudah mulai terungkap. Rukun iman hanya enam karena yang enam itu tidak mudah dipalsu oleh siapapun. Andai ada orang yang mencoba berusaha untuk memalsukan yang enam itu, maka dengan sangat mudahnya kita dapat mengenali kepalsuannya. Mungkin memang ada Tuhan palsu, Malaikat palsu, Nabi palsu, Kitab suci palsu. Tuhan yang palsu, Malaikat yang palsu, Nabi yang palsu, dan Kitab suci yang palsu akan dengan sangat mudahnya kita mengetahui kepalsuannya. Tetapi bisakah kita mengenali orang baik yang palsu, guru yang palsu, atau siapapun yang palsu diluar dari rukun iman yang enam itu. Oleh karena terlalu sulitnya kita mengenali kepalsuan dari selain yang enam itu, maka Allah dan Rasulnya –Muhammad SAW- menetapkan bahwa Rukun Iman Hanya Enam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan tulisan singkat ini, kita bisa memperoleh pelajaran yang bermanfaat, sehingga kita tidak mudah tertipu oleh indera kita sendiri. Sudah banyak kita dapati seseorang merasa sangat kecewa oleh karena dia terlalu mempercayai seseorang yang menurut penilainnya selama ini dianggapnya sebagai orang yang bisa dipercaya, tetapi ternyata  semua yang dilihatnya hanyalah sebuah kepalsuan belaka. Marilah kita fahami dengan benar makna rukun iman dan marilah kita lebih waspada terhadap selain yang enam  agar kita tidak salah dalam menilai sesuatu diluar rukun iman. &lt;br /&gt;Posting berikutnya berjudul : Mengapa Jari Kita ada Lima? sedang dalam penyelesaian. Harap bersabar untuk menanti kehadirannya. (Bent Kerrent, 11 Agustus 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2284835238549666785-5991738926410298489?l=bentkerrent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bentkerrent.blogspot.com/feeds/5991738926410298489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2284835238549666785&amp;postID=5991738926410298489' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/5991738926410298489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2284835238549666785/posts/default/5991738926410298489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bentkerrent.blogspot.com/2008/08/mengapa-rukun-iman-ada-enam.html' title='Mengapa Rukun Iman Ada Enam'/><author><name>bentkerrent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02584493533378945976</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_QO7qRQpwC5k/SpnoTyBcdnI/AAAAAAAAABM/x5AQ0gMb2Jg/S220/BS092323320180718.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
